September 20, 2020

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Punya Batu dari Bulan? Siap-siap, NASA Akan Bayar 4X Lipat dari Harga Emas!

Punya Batu dari Bulan? Siap-siap, NASA Akan Bayar 4X Lipat dari Harga Emas!

Bandung, Omicron Indonesia – Badan Antariksa Amerika Serikat atau yang lebih dikenal sebagai NASA, terus menggencarkan program eksplorasi sumber daya luar angkasa. Dilansir oleh Daily Mail, pada Jumat (11/09/2020) bahwa NASA mengumumkan akan membeli bebatuan yang berasal dari permukaan bulan. Batuan tersebut oleh NASA akan digunakan sebagai sampel, guna menunjang proses penelitian eksplorasi sumber daya luar angkasa. batu

Harga Bebatuan Bulan

NASA sendiri membutuhkan sekitar 50 gram hingga 500 gram bebatuan bulan, untuk dijadikan sampel penelitian. Badan Antariksa Amerika tersebut berani membayar sekitar 300 USD atau sekitar 4,5 juta rupiah per gram batuan yang didapat. Harga bebatuan bulan yang 4x lipat lebih mahal dari emas per saat ini, menunjukan bahwa betapa pentingnya program ekplorasi sumber daya luar angkasa yang sedang dilakukan oleh NASA.

Baca Juga : Tau Gak Sih? Kalau Makan BurJo Itu Ada Fenomena Sains nya lho!

Namun, beberapa syarat diajukan oleh NASA terkait pembelian bebatuan bulan dengan harga fantastis tersebut. Salah  satu syaratnya adalah, NASA akan mebayar penuh bebatuan bulan tersebut apabila dapat dibuktikan keasliannya. Serta bebatuan tersebut memiliki data empiris yang membuktikan bahwa batu tersebut asli dari permukaan bulan.

Mengapa NASA Tidak Mengambil Batu Bulan Sendiri?

Menurut kepala advokat dan penasihat kebijakan senior di Planetary Society, yaitu Casey Drerier, menjelaskan bahwa kebijakan NASA mengumumkan bahwa akan membeli bebatuan bulan dengan harga tertentu kepada publik untuk menarik pemodal atau investor ventura agar ikut andil dalam penelitian sumber daya luar angkasa.

Menurut Drerier, selama ini NASA telah melakukan pengambilan batuan bulan sebagai sampel, namun hanya dalam satuan kecil. Program yang diberi nama Commercial Lunar Payload Services NASA ini telah memberikan dana kepada beberapa perusahaan untuk mengembangkan robot kecil yang berfungsi untuk mengambil sampel batuan bulan.

Dengan diumumkannya kebijakan baru ini oleh NASA, membuka sinyal baru kepada para investor untuk ikut andil dalam program tersebut. NASA dan pihak pemerintah AS, berusaha meyakinkan pemodal bahwa program eksplorasi sumber daya luar angkasa akan menjadi sebuah program yang menguntungkan.

Namun, menurut Drerier NASA harus tetap mengedepankan sisi keilmuan dibandingkan keuntungan dalam program mining resource di bulan. “Anda benar-benar harus berpikir tentang bagaimana Anda memprioritaskan mendapat sebanyak mungkin ilmu dari luar angkasa sebelum Anda mulai melihat eksploitasi komersial yang serius” pungkas Drerier.

 

 

Editor : Tsania Nurhayati Karunia Dewi