September 20, 2020

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Fenomena Sains Ketika Menyantap BurJo!

Fenomena Sains Ketika Menyantap BurJo!

Bandung, Omicron Indonesia – Indonesia memiliki banyak makanan khas dari berbagai rasa dan ciri khasnya tersendiri. Salah satu makanan khas Indonesia yang menjadi favorit beberapa orang adalah bubur kacang hijau, atau yang indentik disebut BurJo. Makanan tersebut sangat unik, karena dapat dinikmati dalam kondisi hangat maupun dingin.

Kelezatan Bubur Kacang Hijau

Setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk menikmati bubur kacang hijau, baik itu pada pagi hari, sore hari, bahkan hingga malam hari untuk menemani suasana malam yang dingin. Bubur kacang hijau biasanya dilengkapi dengan ketan hitam pada hidangannya, bahkan selain ketan hitam menu pelengkap lainnya  adalah dengan roti tawar yang dicelupkan pada mangkuk. Salah satu cara menikmati makanan bubur kacang hijau yang enak adalah mencelupkan roti tawar pada mangkuknya. Mencelupkan roti tawar pada bubur kacang hijau akan menghasilkan cita rasa baru yang lebih nikmat, dan gurih.

Peristiwa Sains Ketika Menyantap BurJo

Apabila dinikmati secara seksama, ketika roti tawar dicelupkan ke dalam kuah bubur kacang dalam mangkuk maka volume kuah bubur kacang sedikit demi sedikit akan berkurang. Hal tersebut disebabkan zat cair (kuah bubur kacang) dalam mangkuk masuk kedalm pori-pori roti tawar. Semakin lama roti tawar dicelupkan pada kuah bubur kacang hijau makan akan berkurang kuah bubur kacang hijau seiring dengan basahnya roti tawar. Namun suatu saat volume kuah bubur kacang hijau tidak lagi berubah ketika biskuit sudah basah secara sempurna. Kuah gula aren bercampur dengan santan dan aroma pandan tidak dapat kembali lagi masuk kedalam biskuit karena semua pori roti tawar sudah terisis penuh dengan cairan tersebut.

Baca Juga : Apa Keterkaitan Imun Tubuh dengan Hubungan Interpersonal?

Dari pengamatan sederhana yang terjadi pada roti tawar dengan bubur kacang tersebut kita bisa simpulkan bahwa volume kuah bubur kacang hijau yang meresap ke dalam roti tawar merupakan fungsi waktu. Mula-mula, tidak ada zat cair (kuah bubur kacang) dalam roti tawar pada saat akan dicelupkan. Kemudian zumlah zat cair dalam roti tawar (kuah bubur kacang) makin bertambah dengan seiring berjalannya waktu, dan setelah cukup lama roti tawar dicelupkan zumlah zat cair (kuah bubur kacang) tidak lagi berubah.

Hipotesa Menyantap BurJo

Dalam Fenomena unik tersebut kita perlu mempertimbangkan hipotesis yang ada terlebih dahulu. Misalkan roti tawar memiliki pori-pori dengan volume Vo dan pori-pori tersebut dapat di isi penuh oleh zat cair(kuah bubur kacang). Misalkan pada saat sembarang t volume zat cair (kuah bubur kacang) yang telah masuk ke dalam roti tawar adalah V. Dengan demikian, volume roti tawar yang masih kosong pada saat semabarang t adalah Vo-V. Roti tawar dalam fenomena tersebut dicelupkan dalam selang waktu ∆t. Pencelupan tersebut menyebabkan ada tambahan volume zat cair ∆V yang masuk kedalam roti tawar.

Hipotesis yang terbentuk dalam fenomena tersebut ada 2 yaitu;

Hipotesis 1

∆V≈∆t

Jumlah zat cair tambahan yang masuk berbanding lurus dengan lama pencelupan.

 

Hipotesis 2

∆V≈∆t-V

Jumlah zat cair yang masuk berbanding lurus dengan volume pori-pori yang masih kosong.

 

 

Editor : Noer Ardiansyah Laksana