September 20, 2020

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Peringatan “Jangan Marah-Marah, Nanti Cepat Tua”, Mitos atau Fakta?

Peringatan “Jangan Marah-Marah, Nanti Cepat Tua”, Mitos atau Fakta?

Bandung, Omicron Indonesia – Saat memiliki konflik dengan orang lain yang membuat suasana hati menjadi buruk dan sulit dikendalikan,  akhirnya tak jarang terlontar sebuah  kalimat “Jangan marah-marah, nanti cepat tua”. Bagi sebagian orang, boleh jadi kalimat tersebut digunakan agar orang tersebut sedikit menurunkan tingkat emosinya. Namun, apakah benar saat seseorang sering marah akan mempercepat proses penuaan?

Penjelasan Mengenai Marah

Marah merupakan salah satu jenis emosi yang dimiliki manusia, yang diakibatkan berbagai peristiwa yang cenderung membuat seseorang tidak enak hati. Seperti dipojokkan, diremehkan, difitnah, frustasi, dll.

Dalam  Jurnal Psikologi berjudul “Perasaan Terluka Membuat Marah”, Rita susanti, dkk. Mengutip pendapat Blackburn dan Davidson, bahwa marah merupakan suatu emosi yang memiliki ciri-ciri aktivitas sistem syaraf simpatik yang tinggi dan adanya perasaan tidak suka yang kuat yang disebabkan adanya kesalahan, yang mungkin nyata salah atau mungkin pula tidak.

Penjelasan Mengenai Penuaan

Menurut doktersehat.com, penuaan merupakan suatu proses perubahan fisik maupun fungsi tubuh yang diakibatkan oleh faktor umur. Perubahan fisiologis tertentu terjadi di tubuh manusia sebagai bagian alami penuaan. Proses penuaan terjadi pada seluruh organ tubuh, termasuk kulit yang ditandai dengan adanya kerutan halus, kulit kendor atau keriput, dll.

Proses penuaan ini berbeda-beda pada setiap individu, tergantung dari banyak faktor yang mempengaruhi dan mempercepatnya. Ada proses penuaan yang terjadi pada sebagian orang yang merasakannya lebih cepat dari pada usianya. Dan ada pula yang mengalaminya sesuai dengan usianya.

Menurut jurnal yang ditulis oleh Jose L. Anggowarsito yang berjudul “Aspek Fisiologi Penuaan Kulit”, mengatakan bahwa penuaan disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.  Penuaan internal seperti chronological-aging, biological-aging (genetik), catabolic-aging (penyakit kronis, karsinoma), dan hormonal-aging. Penuaan eksternal seperti photoaging (radiasi UV), environmental-aging, mechanical-aging, behavioural-aging, dan gravitational-aging.

Proses penuaan mengakibatkan beberapa fungsi  organ tubuh menurun. Dan melibatkan banyak sistem dalam prosesnya. Sehingga muncullah beberapa teori yang menjelaskan mengenai proses penuaan ini, seperti teori sintesa protein, teori molekul radikal bebas, teori genetika, teori imunologi, dll.

Baca Juga : Lebih Mematikan Dari COVID-19, Diare Bunuh 150 Ribu Anak Dalam Setahun!

Hubungan Terkait Marah dan Penuaan

Bagi sebagaian orang yang sering diliputi kemarahan dalam hidupnya mungkin akan berpotensi akhir yang tidak baik. Penelitian telah menunjukkan bahwa kemarahan merupakan emosi yang paling merusak diri sendiri yang dapat ditimbulkan oleh tubuh. Kemarahan berhubungan dengan sindrom biologis fight-or-flight yang terprogram dalam otak.

Seorang ahli bedah plastik wajah dan spesialis restorasi rambut bersertifikat di Virginia Beach, Virginia, bernama Kyle S. Choe menuliskan sebuah artikel dalam web resminya, mengatakan bahwa amarah menyebabkan tubuh menua lebih cepat melalui keausan hormon stres pada sistem organ. Orang yang marah lebih sering mengernyit, dan karena itu wajah mereka cenderung terlihat lebih tua dari kerutan, dan timbul garis kerutan yang disebabkan oleh seringnya marah.

Selain timbulnya dini keriput dan masalah kulit yang berkaitan dengan usia, penelitian telah menunjukkan bahwa kemarahan dapat membahayakan paru-paru dan mengurangi kapasitas paru-paru. Hal ini yang menyebabkan jantung berdetak lebih cepat, tekanan darah naik, dan mengganggu proses hormonal dan neurologis yang pada awalnya normal.

Kemarahan juga dapat memperburuk kerutan di bawah mata dan menyebabkan insomnia, yang dapat membuat keriput terlihat lebih buruk. Kemarahan sering dikaitkan dengan depresi, kesedihan, stres, dan dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan lainnya. Saat seseorang mengalami stres maka hormon adrenalin dan kortisolnya akan meningkat. Kedua hormon ini yang berperan mempercepat proses penuaan.

Regenerasi kulit yang melambat juga menjadi indikator proses penuaan. Dan hal ini dapat berpengaruh saat stres dan marah yang membuat tubuh menjadi tegang sehingga regenerasi kulit tidak dapat berjalan dengan baik.

Rasa marah sangat wajar dimiliki setiap orang, namun marah yang tidak terkendali dapat bersifat destruktif bagi tubuh dengan timbulnya masalah-masalah kesehatan. Oleh karena itu, seseorang perlu memiliki pengendalian diri yang kuat untuk mengelol emosi marahnya sendiri.

 

 

Editor : Noer Ardiansyah Laksana