September 20, 2020

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Lebih Mematikan Dari COVID-19, Diare Bunuh 150 Ribu Anak Indonesia Dalam Setahun!

Lebih Mematikan Dari COVID-19, Diare Bunuh 150 Ribu Anak Indonesia Dalam Setahun!

Bandung, Omicron Indonesia – Wabah COVID-19 yang sedang mengguncang seluruh penjuru dunia, mulai dari Negara maju hingga terbelakang. Merupakan sebuah peristiwa darurat kesehatan dunia, yang sangat menggegerkan dan membuat khawatir masyarakat dunia di tahun 2020 ini. diare

Pasalnya, COVID-19 yang mudah menyebar melalui air ludah dan udara ini telah menginfeksi jutaan orang dunia dan membunuh hampir setengah juta populasi manusia yang ada dimuka bumi. Hal tersebut yang menyebabkan seluruh perhatian dunia tertuju pada wabah COVID-19, termasuk juga masyrakat Indonesia.

Namun apakah Omicronians ketahui, bahwa di Indonesia ada penyakit yang lebih mematikan dari COVID-19 ini?. Mungkin, sebagian dari Omicronians akan menjawab penyakit TBC, Jantung Koroner, ataupun Stroke sebagai penyakit yang lebih mematikan dari COVID-19.

Penyakit yang Lebih Mematikan dari COVID-19

Jika itu jawaban dari Omicronians, maka jawaban itu salah. Jawaban sebenarnya adalah diare, yang merupakan penyakit yang paling mematikan bagi anak di Indonesia. Tentunya sebutan ‘penyakit paling mematikan’ bagi diare, bukanlah tanpa alasan.

Baca Juga : Cara Jitu Melipat Gandakan Uang, No Clickbait!

Berdasarkan data yang dirilis oleh tim Joint Monitoring Review, yang dibentuk oleh WHO dan Unicef. Penyakit diare, pneumonia, dan sanitasi yang buruk di Indonesia telah membunuh 150.000 anak setiap tahunnya. Lebih lanjut tim tersebut juga berpendapat, bahwa ketersediaan air bersih menjadi titik berat yang menyebabkan tingginya angka kematian anak akbiat diarea setiap tahunnya.

Penyebab dan Dampak Diare Bagi Pertumbuhan Anak

Ketersediaan air bersih bagi masayarakat Indonesia, khususnya bagi anak merupakan sebuah hal vital yang wajib dipenuhi oleh pemerintah Indonesia. Menurut Direktur Air Minum Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Yudha Mediawan.

Bahwa hingga saat ini pemerintah Indonesia telah mengupayakan, akses air bersih yang mudah bagi 250 juta masyarakat Indonesia. Menurut Yudha, bahwa saat ini 89 persen masyarakat Indonesia sudah mendapatkan akses air bersih dari pemerintah Indonesia. Namun, 21 persen masyarkat Indonesia masih mengandalkan mata air, sumur dan air tanah sebagai pasokan air sehari-hari mereka.

Ketersediaan air bersih bagi masyarakat khususnya bagi anak, tidak bisa dianggap sepele. Sebab air menjadi salah satu komponen vital bagi manusia, khususnya bagi anak untuk berkembang dan bertumbuh menjadi pribadi yang kuat.

Hasil penelitian dan pemantuan yang dilakukan oleh WHO dan Unicef, terkait jumlah kematian anak akibat diare setiap tahunnya. Dapat dijadikan sebagai acuan pemerintah Indonesia, baik pusat maupun daerah untuk terus berbenah mengenai ketersediaan air bersih. Serta kasus stunting anak yang masih cukup tinggi di Indonesia, yaitu sekitar 30% juga dapat dijadikan acuan untuk evaluasi pemerintah kedepannya.

 

Editor : Tegar Tri Sawali