July 13, 2020

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

'New Normal': Hidup Bersama Dengan Corona

‘New Normal’: Hidup Bersama Dengan Corona

Bandung, Omicron Indonesia-Pandemi COVID-19 yang mewabah di seluruh dunia telah mengkalibrasi ulang seluruh kehidupan dan kegiatan umat manusia. Pandemik ini telah menggiring penduduk bumi menuju gaya hidup baru atau yang disebut dengan New Normal.

New Normal merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kehidupan menusia setelah menghadapi gelombang pandemi virus corona. Sesuai dengan arti dari istilah tersebut, umat manusia akan sedikit ‘dipaksa’ untuk mengubah beberapa kebiasaan yang ada sebelum pandemik ini ada.

Salah satu contoh sederhana dari diberlakukannya New Normal ini adalah penggunaan masker, kebiasaan mencuci tangan, dan physical distancing. Kebiasaan tersebut akan menjadi kebiasaan yang diberlakukan bagi masyarakat meskipun pandemik ini dinyatakan melewati masa krisis.

Prediksi WHO terkait virus corona

Dr. Mike Ryan yang merupakan direktur kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia WHO, memperingatkan bahwa virus ini akan sulit dihilangkan. Beliau juga menambahkan, walaupun vaksin virus ini telah ditemukan, tetap dibutuhkan usaha yang cukup keras dan sulit dalam memastikan vrus ini benar-benar hilang dari muka bumi.

Melalui konferensi virtual yang diadakan di Geneva, Dr. Ryan mengatakan “Virus ini telah menjadi salah satu virus endemik. Virus ini tidak akan pernah hilang dan akan selalu bersama dengan kita”.

Beliau juga membandingkan keberadaan virus corona ini  dengan virus HIV yang menyebabkan penyakit AIDS. Beliau menuturkan, “HIV tidak pernah hilang, dan memaksa kita untuk mengikuti aturan dari virus tersebut”.

Indonesia Bersiap Menyambut New Normal

Menanggapi pernyataan yang dikeluarkan oleh WHO tersebut, kini beberapa Negara bersiap untuk melonggarkan lockdown atau PSBB yang selama ini diterpakan untuk melawan pandemi virus corona. Salah satu Negara yang bersiap menyambut New Normal ini adalah Indonesia.

Bahkan pernyataan resmi terkait konsep New Normal , telah diumumkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia yaitu Joko Widodo. Melalui siaran resmi dari istana kepresidenan, orang nomor satu di Indonesia ini  mengatakan, “Kita harus hidup berdampingan dengan COVID-19. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, berdamai dengan COVID“.

Beliau juga menambahkan, “Sekali lagi, yang penting masyarakat produktif, aman, dan nyaman”.

Baca Juga : Startup Asal Indonesia, Ciptakan Taksi Terbang Pertama di ASEAN!

Bahkan pemerintah Indonesia telah mepersiapkan skenario untuk menyabut fase New Normal, skenario tersebut dibagi kedalam 5 fase. Seluruh fase tersebut akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Juni 2020, hingga 27 juli 2020 nanti. Untuk lebih jelasnya, Omicronians dapat melihat infografis terkait konsep New Normal ala Indonesia yang dilansir oleh Tempo berikut ini.

 

New Normal

Infografis : Tempo Co

Peringatan Berbagai Pihak Untuk Indonesia

Berbagai reaksi positif dan negatif timbul terkait  wacana pemberlakuan konsep New Normal di Indonesia. Salah satunya datang dari perusahaan multi nasional yaitu McKinsey.

Dilansir oleh CNBC Indonesia pada selasa (19/05/2020), Managing Partner McKinsey & Company Indonesia, Philia Wabowo memperingatkan bahwa konsep New Normal tidak hanya melibatkan perorangan, namun juga melibatkan Negara dan perusahaan yang salama ini memberhentikan aktivitas perkantorannya.

Menurutnya, sebelum diberlakukannya konsep tersebut, perlu ada kajian khusus dan mendalam yang dilakukan oleh pemerintah. Terutama terkait kemungkinan penularan dan penyebaran yang lebih cepat apabila seluruh kegiatan masyarakat di izinkan berjalan normal.

“Penting bagi pemerintah untuk mengkaji kapan, apa, dan bagaimana. Termasuk mengkaji sektor usaha apa saja yang vital untuk dibuka pada fase awal pemberlakukan kosep tersebut ,” Tutur Philia.