May 30, 2020

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

PSBB Jawa Barat Resmi Dilanjutkan, Mulai Tengah Malam Nanti!

PSBB Jawa Barat Resmi Dilanjutkan, Mulai Tengah Malam Nanti!

Bandung, Omicron Indonesia –  Pembatasan Sosial Berksala Besar (PSBB) tingkat Provinsi Jawa Barat akan berakhir di penghujung hari pada Selasa (19/05/2020). Namun, sesuai dengan hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah Jawa Barat beserta seluruh elemen pendukung yang ada, PSBB tingkat Provinsi Jawa Barat diputuskan akan dilanjutkan mulai tengah malam nanti.

Alasan utama dari dilanjutkannya PSBB ini adalah  masih tingginya angka penularan COVID-19 yang terjadi di Jawa Barat. Kemudian, hingga kini masih belum ada Kab/Kota yang menjadi zona hijau di wilayah Jawa Barat. Tentunya, hal tersebut menjadi evaluasi dan alasan kuat bagi pemerintah Jawa Barat untuk melaksanakan PSBB lanjutan ini.

Pelaksanaan PSBB lanjutan ini akan berbeda dari PSBB tahap ke-1 dan ke-2 sebelumnya. Karena, durasi pelaksanaan PSBB ini akan berbeda pada setiap Kab/Kota akan berbeda,  tergantung tingkat kewaspadaan yang terjadi dimasing-masing wilayah tersebut.

Pelaksanaan PSBB Lanjutan Kota Bandung

Kota Bandung, sebagai contoh pelaksanaan PSBB di ibu kota Jawa Barat resmi diumukan oleh Walikota setempat yaitu Oded M Danial akan dilanjutkan mulai tengah malam nanti hingga 29 Mei 2020. Hal tersebut didasari karena Kota Bandung yang masih menjadi zona kuning penyebaran COVID-19.

Lebih lanjut, gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau yang akrab disapa “kang emil“ menegaskan bahwa PSBB sebelumnya telah berhasil menekan angkat penyebaran COVID-19 di derah Jawa Barat. Hal tersebut dibuktikan dengan menurunnya peringkat Jawa Barat ke posisi empat jumlah pasien COVID-19, yang semula ada di peringkat 2.

Baca juga : Startup Asal Yogyakarta Cipatakan Taksi Terbang, Pertama di ASEAN!

Kasus COVID-19 Jawa Barat Turun

Kang Emil menuturkan bahwa faktor utama dari keberhasilan tersebut adalah tercapainya hampir 20 kasus yang ditekan per harinya. “Sekarang Jatim yang berada di posisi dua bedanya 500 kasus, tetapi kita ini penduduknya lebih banyak. Kalau kita pakai persentase, kita ini urutan ke 23. Jadi caranya itu bisa dua, kita lihat jumlahnya atau persentase jumlah penduduk,” katanya.

Menurutnya, jika dilihat berdasarkan persentase Provinsi Jabar berada di urutan 23 dengan patokan jumlah populasi penduduk Jabar yang menjadi tersebar se-Indonesia mencapai 49 juta mendekati 50 juta jiwa.

Mungkin, katanya, Jabar bisa mendeklarasikan bahwa wilayahnya terkendali. Tetapi untuk mengosongkan angka positif itu tidak mungkin, kalau ingin mengosongkan angka penyebaran Covid-19 harus sudah ditemukan vaksin dan obat Covid-19.

“Nah, salah satu ukuran WHO itu ada tadi indeks reproduksi COVID harus satu atau di bawah satu. Nah, kita setelah PSBB indeksnya sudah satu, maka ini sesuai standar WHO. Tetapi ada deadline untuk melakukan pengecekan tujuh sampai empat belas hari. Apakah indeks satu itu bisa dipertahankan atau tidak,” pungkasnya.