Virus Corona Bisa Hancurkan Ekonomi Dunia dan Indonesia

Virus Corona Bisa Hancurkan Ekonomi Dunia dan Indonesia

Bandung, Omicron Indonesia – Indonesia dalam asumsi makro ekonomi APBN 2020 menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3%. Optimisme tersebut muncul sebelum mewabahnya pandemik COVID-19 yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia. Namun seiring meningkatnya jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia, lembaga Think Thank Independen, Next Policy meramalkan bahwa pandemi ini akan berpengaruh negatif bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Menurut Next Policy, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stagnan pada kisaran -0,84% hingga 2,57%. Next Policy membagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke dalam dua skenario. Skenario pertama adalah apabila selama enam bulan 75% perekomian terhenti maka pertumbuhan PDB Indonesia hanya mencapai -0,84%. Sedangkan apabila selama empat bulan 50% perekonomian terhenti maka pertumbuhan PDB Indonesia akan mencapai 2,57%.

Sri Mulyani Beberkan Fakta Terburuk Akibat Virus Corona

Senada dengan Next Policy, menteri keuangan republik Indonesia yaitu Sri Mulyani. Pada senin (06/04/2020) dilansir oleh detik.com, Sri Mulyani membeberkan bahwa dampak ekonomi yang diakibatkan oleh COVID-19 ini akan jauh lebih kompleks dari krisis tahun 2008-2009 dan 1997-1998, Omicronians. Menurutnya dampak kompleks COVID-19 ini terjadi karena tidak ada prediksi yang jelas kapan pandemi ini akan berakhir. Serta pandemi ini tidak hanya mengancam manusia tetapi  dapat mematahkan seluruh pondasi ekonomi beberapa Negara yang ada di dunia. Sri Mulyani membandingkan krisis ekonomi yang dialami dunia pada tahun 2008-2009 yang disebabkan oleh lemaga keuangan dan korporasi yag mengalami kebangkrutan.

Jutaan Pekerja Indonesia diPHK dan  dirumahkan

Omicroninas, jutaan pekerja yang ada di seluruh Indonesia merasakan dampak langsung dari pandemik COVID-19 ini. Akibat dari adanya pandemi ini, pelaku usaha memutuskan untuk mengurangi kapasitas produksi hingga menghentikan sementara kegiatan produksi yang ada.

Berdasarkan data Kementrian Ketanagakerjaan pada Selasa (07/04/2020), bahwa pada sektor formal sebanyak 39.977 perusahaan merumahkan dan melakukan PHK terhadap 1.010.759 perkeja yang ada di Indonesia.

Sementara pada sektor informal terdapat 34.453 perusahaan yang melakukan PHK terhadap 189.452 pekerja yang ada. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi pihak-pihak terkait, untuk menganggulangi dampak corona terhadap ekonomi agar tidak semakin memburuk.

 

 

Baca Juga : Vaksin Corona Telah Ditemukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *