Teknologi Selesaikan Permasalahan Pangan Dunia

Teknologi Selesaikan Permasalahan Pangan Dunia

 

Teknologi Selesaikan Permasalahan Pangan Dunia

 

Bandung, Omicron Indonesia- Pertumbuhan jumlah penduduk dunia pada satu abad terakhir menunjukan peningkatan yang cukup signifikan, data yang dirilis oleh PBB menunjukan bahwa selama 100 tahun terakhir jumlah penduduk dunia hingga saat ini meningkat sebesar 400%. Pada tahun 1915 diestimasikan bahwa penduduk dunia mencapai 1,8 milyar, dan pada saat ini diestimasikan bahwa penduduk dunia sudah mencapai 7,8 milyar dan akan terus meningkat hingga 9,7 milyar penduduk pada tahun 2050. Pertumbuhan penduduk yang cukup siginfikan ini dibarengi dengan meningkatnya pendapatan per-kapita pada setiap negara dan teknologi di dunia yang semakin berkembang . Hal ini tentunya menyebabkan perubahan pola makan seperti konsumsi daging dan protein tertentu dengan jumlah banyak. Tak heran ya Omicronians,  apabila kedepannya akan membuat permintaan pangan global juga semakin meningkat.

Harvard Business Review pada laman website-nya mengatakan bahwa tingkat permintaan bahan pangan global akan meningkat sebesar 59% hingga 98% di tahun 2050. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi seluruh masyarakat dunia terutama para produsen pangan global. Pembaharuan dan inovasi dalam melakukan aktivitas produksi menjadi perlu dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dunia.

Perkembangan teknologi yang terus terjadi tentu selalu mengedepankan nilai manfaat bagi kehidupan manusia. Salah satunya dalam meningkatkan kapasitas produksi pangan global. Oleh karenanya Omicronians wajib mengetahui beberapa teknologi yang mempunyai andil besar dalam peningkatan produksi pangan global:

1. Robot dan Mesin

Bidang pangan merupakan salah satu bidang yang memanfaatkan mesin dan robot sebagai penunjang aktivitas produksi. Pemakaian mesin dan robot di industri makanan dapat menjamin kualitas hasil produski dan menekan biaya produksi, sehingga harga jual bahan makanan terhadap masyarakat akan jauh lebih rendah. Dilaporkan dalam laman digital forbes.com bahwa jumlah robot yang tersebar di industri makanan Eropa telah mencapai lebih dari 30.000, sementara rasio robot terhadap 10.000 karyawan mengalami kenaikan dari 62 per 10.000 karyawan pada tahun 2013 menjadi 84 per 10.000 karyawan ditahun 2017. Sungguh data yang menarik bukan?

Selain itu dilaporkan bahwa penggunaan mesin dan robot di industri pangan dapat menurukan resiko cedera yang dialami oleh pekerja. Pada tahun 2016, sebuah perusahaan teknologi meluncurkan sebuah robot pemotong daging, robot tersebut dapat memotong bagian daging yang paling sulit lebih cepat dari manusia, dan menyelamatkan banyak pekerja dari resiko cedera saat melakukan pekerjaan tersebut. Hal itu membutkikan bahwa potensi mesin dan robot akan mampu menjawab tantangan industri pangan global pada masa yang akan datang. Dalam data-data yang kami sampaikan tersebut, kami ingin mencoba mengetahui pendapat Omicronians nih, oleh karena itu jangan lupa tulis pendapatnya di kolom komentar ya, mengenai robot yang mulai menggantikan beberapa peran aktivitas kehidupan manusia.

2. Teknologi nuklir untuk meningkatkan produktivitas hewan

Teknologi nuklir pada beberapa tahun terakhir ini tak lagi dianggap sebagai teknologi yang membahayakan dan melimpahkan tak sedikit dampak buruk bagi kehidupan manusia.  Berbicara soal teknologi nuklir, pemanfaatannya bukan hanya digunakan pada bidang pengembangan energi dan kesehatan saja, lho. Food and Agriculture Organization of the United Nations menyatakan bahwa nuklir telah membuat pembaharuan dalam peningkatan produktivitas hewan ternak, dan mencegah penyakit terhadap hewan ternak.

Omicronians, salah satu negara di benua Afrika yaitu Kamerun ternyata telah menggunakan teknologi nuklir secara efektif dalam program reproduksi, pemuliaan, dan pengendaliaan penyakit terhadap hewan ternaknya. Uji coba dilakukan terhadap dua jenis sapi lokal yaitu bos indicus dan bos Taurus.  Konsep tersebut telah mampu melipatgandakan hasil produksi susu sapi dari 500 menjadi 1500 liter dan meningkatkan pendapatan pertanian sebesar 110 Juta Dollar Amerika per tahunnya.

Program inipun tebrukti berhasil dalam mengurangi angka kejadian brucellosis dan zoonosis yang merupakan penyakit yang dapat ditularlkan oleh hewan ke manusia melalui susu yang tidak dipasteurisasi dan daging hewan terinfeksi yang dimasak kurang matang. Setelah mengetahui manfaat lain dalam teknologi nuklir, Omicronians jangan pernah takut lagi  apabila mendengar kata nuklir, ya.

3. Drone

Drone atau yang dapat disebut sebagai pesawat nir awak, merupakan salah satu penemuan paling bermanfaat yang ada pada saat ini. Predikat tersebut dapat disematkan pada drone karena melihat fungsinya yang begitu luas dan dapat diaplikasikan dalam berbagai kegiatan dan industri. Industri pangan seperti pertanian dan perkebunan merupakan salah satu industri yang merasakan manfaat begitu besar dari adanya alat ini. Sebelum ditemukannya drone, hampir seluruh pelaku industri pertanian dan perkebunan melakukan monitoring terhadap lahannya menggunakan cara konvensional yaitu dengan mengitari lahannya menggunakan mobil atau bahkan berjalan kaki.

Monitoring konvensional yang dilakukan oleh pelaku industri pertanian dan perkebunan sebelumnya sudah tak lagi dianggap efektif dan terkesan menguras banyak waktu serta tenaga. Drone hadir untuk mempermudah seluruh pelaku industri pertanian dalam melakukan monitoring terhadap lahannya. Dilansir dalam laman digital forbes.com bahwa drone yang digunakan di industri pertanian dan perkebunan pada saat ini memiliki berbagai fitur yang ditawarkan seperti pencitraan gambar untuk memantau hasil panen, kesuburan tanah dan perkiraan cuaca untuk meningkatkan hasil panen.

Tidak hanya itu, drone juga dapat memantau aktivitas apa saja yang terjadi di lahan pertanian dan perkebunan, dan dapat menganalisis tingkat kesehatan dari tanaman yang ada. Bahkan pada saat wabah menyerang tanaman, drone dapat memetakan lokasi lahan yang terserang wabah tersebut. Namun pada saat ini drone bertindak sebagai penunjang aktivitas produksi di industri pertanian, tetap diperlukan para pekerja yang turun langsung di lahan pertanian, dan drone membuat pekerjaan para pekerja lebih efektif dari sebelumnya. Sungguh sangat menarik memang teknologi drone ini ya, Omicronians.

4. Teknologi nuklir alam menanggulangi perubahan cuaca

Selain digunakan pada bidang peternakan, teknologi nuklir pada saat ini juga dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian dan perkebunan, Omicronians. Dilansir oleh Food and Agriculture Organization of the United Nations bahwa teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk melindungi industri pertanian dari kemungkinan gagal panen, yang disebabkan oleh perubahan cuaca.

Teknologi nuklir yang diterapkan pada tumbuhan, memungkinkan tumbuhan untuk meningkatkan efesiensi penggunaan sumber daya mineral dan produktivitas secara berkelanjutan sehingga memungkinkan tumbuhan dapat bertahan pada perubahan cuaca yang ekstrim sekalipun. Program penerapan nuklir terhadap tumbuhan yang cukup bagus dilakukan di Burkina Faso. Penelitian itu membuktikan bahwa tumbuhan lebih tahan terhadap hewan dan hama. Program tersebut didukung oleh empat laboratorium genetik nasional, dengan para ilmuwan yang sesuai dengan bidangnya, Omicronians.

 

Sebenarnya masih banyak lagi teknologi yang dapat membantu menyelasaikan masalah pangan global, Omicronians. Tetapi dalam artikel kali ini kami memberikan 4 point terlebih dahulu ya, Omicronians. Mohon maaf apabila kami masih banyak kekurangan dalam menyampaikan informasi pada kesempatan kali ini, apabila Omicronians menyukai artikel kali ini, silahkan share ke publik,  dan jangan lupa untuk kritik dan saran dari Omicronians kami tunggu ya dalam kolom komentar di bawah. Terima Kasih

 

Kontributor : Noer Ardiansyah Laksana & Tegar Tri Sawali

Editor : Tsania Nurhayati Karunia Dewi

 

Baca Juga : Teknologi Senjata Ampuh Lawan Corona

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *