Teknologi, Senjata Ampuh Lawan Corona

Teknologi, Senjata Ampuh Lawan Corona

 

Bandung, Omicron Indonesia – Wabah pandemik 2019-nCoV yang mengakibatkan COVID-19 kian meresahkan warga dunia. Data yang dirilis oleh World Ometers bahwa hingga saat ini (28/03/2020) tercatat 594.377 kasus positif COVID-19 di dunia, dengan rincian 27.250 pasien meninggal dunia, dan 133.006 pasien sembuh. Wabah ini tentunya memberikan dampak signifikan bagi negara-negara yang terinfeksi, baik dari sektor kesehatan, sosial, bahkan ekonomi sekalipun. Negara Super Power layaknya Amerika Serikat pun tidak sanggup unutuk mengatasi wabah pandemik ini seorang diri. Dilansir oleh viva.co.id bahwa Donald Trump pada Jumat siang (27/03/2020) melalui sambungan telepon meminta bantuan kepada Presiden China, Xi Jinping untuk mengatasi pandemik COVID-19 yang melanda negerinya.

Indonesia sebagai salah satu negara terdampak wabah ini juga berada dalam keadaan yang cukup genting. Bagimana tidak, angka kasus positif COVID-19 di Indonesia kian melonjak dari waktu ke waktu. Tercatat pada hari ini (28/03/2020), jumlah pasien positif COVID-19 secara kumulatif telah mencapai 1.046 kasus, dengan rincian 87 pasien meninggal, dan 46 pasien sembuh. Hal ini tentu menjadi persoalan serius bagi bangsa Indonesia.

Persoalan COVID-19 ini begitu menyita atensi warga dunia. Di samping tenaga medis yang saat ini berlelah-lelah menangani pasien-pasien terinfeksi, para ahli dari berbagai bidang lain pun saling berperan serta dalam menanggulangi dampak wabah COVID-19 ini, mulai dari bidang sains, teknologi, hingga ekonomi. Perlu Omicronians ketahui bahwa teknologi yang telah berkembang saat ini,menjadi salah satu tools dalam upaya memerangi wabah ini. Berikut daftar teknologi yang digunakan dunia dalam melawan pandemi ini:

1. Big Data digunakan untuk memahami struktur genetik virus

Sepertinya, beberapa dari Omicronians belum paham betul mengenai Big data ini. Sederhananya, Big data adalah teknik pengumpulan dan penggunaan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber untuk membuat sebuah analisa yang lebih baik, yang kemudian akan menimbulkan keputusan yang tepat. Bagaimana Big data dapat menanggulangi persoalan ini? Big data dimanfaatkan untuk mengetahui bagaimana sebuah patogen layaknya 2019-nCoV ini berevolusi. Informasi tersebut sangat bermanfaat bagi para epidemiologis untuk memahami bagimana virus itu berkembang di setiap negara terdampak dan mutasi apa yang kemungkinan terjadi pada virus itu disetiap negara yang berbeda.

Nextstrain adalah salah satu projek terbuka yang mengumpulkan data, mengurutkan data, dan memvisualisasikan bagaimana virus 2019-nCoV berevolusi di setiap Negara yang berbeda. Nesxtstarin bukan baru kali ini saja meneliti evolusi dari sebuah pathogen. Sebelumnya, Nextstrain juga berperan dalam penelitian patogen zika, flu avian, TBC, ebola, dan masih banyak lagi patogen yang telah diteliti oleh Nextstrain. Projek ini berkontribusi dalam pencegahan sebuah wabah penyakit agar tidak menyebar lebih luas lagi. Apabila Omicronians ingin lebih tahu mengenai Nextstrain ini dapat diakses pada halaman resminya, Nextstrain.org.

2. Machine Learning untuk menemukan pengobatan yang tepat

Ditengah wabah pandemik COVID-19 ini diperlukan teknik pengobatan yang tepat untuk meminimalisir angka kematian akibat terinfeksi virus corona ini. Machine learning menjadi salah satu perkakas untuk menemukan teknik pengobatan COVID-19 yang tepat. Apa sih machine learning itu? Singkatnya, machine learning adalah sebuah cabang apilasi dari artificial intelligence (kecerdasan buatan) dimana sistem machine learning ini hanya memerlukan data untuk menganalisa sebuah kejadian tanpa harus diprogram ulang berkali-kali oleh manusia. Dengan memberikan referensi data terkait wabah-wabah penyakit pandemik sebelumnya, machine learning yang berbasis artificial intelligence ini menjadi salah satu alat yang mumpuni untuk memprediksi data-data wabah baru tersebut dan bahkan dapat memprediksikan teknik pengobatan yang efektif untuk mengatasinya.

Dilansir oleh BBVA.com, bahwa salah satu perusahaan bioteknologi yang memanfaatkan machine learning adalah AbCellera. Perusahaan tersebut memanfaatkan antibodi dari tubuh pasien yang sembuh dari sebuah penyakit. Machine learning digunakan untuk menganalisa lebih dari 500 juta sel imun dalam tubuh pasien saat melakukan proteksi terhadap virus yang menyerang tubuh penderita. Hingga saat ini artificial intelligence dan machine learning telah mengidentifikasi lebih dari 500 antibodi pasien sembuh COVID-19, hal ini tentu menjadi harapan baru agar teknik pengobatan COVID-19 yang efektif akan segera ditemukan.

3. Telemedicine di tengah wabah COVID-19

Seiring dengan meningkatnya jumlah kasus positif COVID-19 di dunia, membuat seluruh warga cemas dan resah dengan kondisi kesehatan mereka, disusul dengan beberapa informasi media bahwa gejala awal yang ditimbulkan oleh virus ini mirip seperti flu pada umumnya, bahkan ditemukan beberapa pasien yang terinfeksi virus ini tidak memiliki gejala apapun, tentunya semakin membingungkan warga dunia, apakah mereka terserang COVID-19 atau hanya mengidap penyakit pada umumnya. Bila Omicronians pernah mengalami hal tersebut, teknologi telemedicine mungkin dapat menjadi solusinya.

Telemedicine merupakan sebuah terobosan baru dalam dunia teknologi kesehatan, yang sangat berperan vital pada keadaan genting seperti saat ini. Dengan adanya telemedicine ini tentu membuat rumah sakit tidak mengalami overcapacity dengan tingginya jumlah pasien yang ingin memeriksa kesehatan. Telemedicine atau yang lebih mudah disebut aplikasi dokter virtual dapat membuat Omicronians lebih tenang dalam mengahadapi wabah penyakit COVID-19 ini. Bagaimana tidak, telemedicine ini adalah aplikasi yang dapat memberikan diagnosis terhadap keluhan sebuah pasien, memberikan saran pengobatan yang tepat, dan memungkinkan untuk berkomunikasi jarak jauh secara virtual dengan dokter.

Telemedicine di Indonesia sendiri telah bermunculan. Salah satu telemedicine yang ada di tengah melandanya COVID-19 ini adalah yang diluncurkan oleh GrabHealth bekerjasama dengan pemerintah DKI Jakarta. Aplikasi tersebut memungkinkan pasien untuk mendiagnosis  apakah pasien tersebut positif terjangkit COVID-19 atau tidak dengan menjawab beberapa pertanyaan. Selanjutnya salah satu startup di bidang kesehatan yaitu halodoc menyediakan fitur pengecekan COVID-19 secara gratis untuk masyarkat. Ada beberapa keunggulan fitur yang dimiliki halodoc yaitu memungkinkan pengguna dapat berkonsultasi lebih lanjut melalui video call, voice call, dan chat dengan dokter di bidangnya. Namun untuk menikmati fitur tersebut, Omicronians harus membayar sejumlah biaya tertenu.

4. Drone untuk pencegahan penyebaran virus corona

Omicronians pasti sudah familiar dengan teknologi drone ini, bukan? Drone atau pesawat nir awak menjadi salah satu perangkat yang berguna ditengah wabah pandemik COVID-19 ini. Melalui sebuah podcast salah satu influencer Indonesia, juru bicara Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan bahwa 2019-nCoV ini kemungkinan adalah virus yang termasuk ke dalam kategori airbone disease, artinya virus ini dapat bertahan dan menular melalui udara. Sehingga resiko tertular COVID-19 melalui udara cukup besar, namun belum ada bukti kuat yang menunjukan bahwa COVID-19 masuk dalam kategori airbone disease.

Kendati demikian, pemerintah Indonesia melakukan langkah pencegahan untuk membasmi virus 2019-nCoV ini di berbagai jalan protokol Indonesia. Salah satu pemerintah yang memanfaatkan drone sebagai alat untuk menyemprotkan disinfektan adalah pemerintah DKI Jakarta. Dilansir oleh detiknews.com bahwa pemerintah DKI Jakara memanfaatkan drone sebagai media untuk penyemprotan disinfektan di jalan prtokol Jakarta selatan pada Jumat (27/03/2020). Penggunaan drone ini sebagai salah satu bentuk pemanfaatan teknologi untuk melawan COVID-19.

5. Video Call memberi kemudahan untuk tetap berinteraksi saat lockdown

Mungkin banyak dari Omicronians yang tidak menyadari bahwa salah satu produk inovasi teknologi di bidang komunikasi yaitu Video Call menyumbang peranan yang besar dalam berlangsungnya kehidupan sosial selama masa isolasi mandiri atau yang sering disebut lockdown. Teknologi ini membantu Omicronians untuk tetap dapat  berkomunikasi dengan kerabat, keluarga, dan teman agar kehidupan dan interaksi sosial tidak terganggu bahkan terputus, bukan?

Baru-baru ini, organisasi kesehetan dunia (WHO) juga mengubah social distancing menjadi physical distancing dengan harapan bahwa selama masa isolasi yang diterapkan di beberapa negara, hubungan sosial antar warganya tetap terjaga dan hanya mejaga jarak atau kontak fisik. Konsep teknologi ini tentu sering Omicronians temukan di beberapa platform seperti whatsapp, duo, dan zoom.

Omicronians, itulah beberapa teknologi terkini yang tentunya membantu dalam memerangi wabah virus berstatus pandemik ini. Jika menurut Omicronians konten ini informatif  dan kaya dengan wawasan baru, jangan lupa untuk membagikannya, ya! Bagikan juga pengalaman Omicronians selama masa physical distancing di kolom komentar.

 

 

Baca Juga : Daftar 4 Wabah Penyakit Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Dunia

1 thought on “Teknologi, Senjata Ampuh Lawan Corona

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *