Selain COVID-19, ini Daftar 4 Wabah Penyakit di Dunia yang Paling Mematikan lainnya!

Selain COVID-19, ini Daftar 4 Wabah Penyakit di Dunia yang Paling Mematikan lainnya!

Selain COVID-19, ini Daftar 4 Wabah Penyakit di Dunia yang Paling Mematikan lainnya!

 

Bandung, Omicron Indonesia – Halo, Omicronians, apa kabar hari ini? Semoga tetap baik-baik saja ya, Omicronians. Sepertinya persebaran pandemik virus 2019-nCoV atau yang Omicronians kenal sebagai Virus corona semakin memperihatinkan. Data yang dirilis oleh World Ometers menunjukan pandemic COVID-19 ini telah menjangkit 168 negara di dunia, dengan jumlah orang yang terinfeksi pandemic ini sebanyak 422.955, 18.907 orang dinyatakan meninggal, dan 109.143 dinyatakan sembuh. Indonesia termasuk kedalam salah satu dari 168 negara yang terjangkit pandemik ini, terkonfirmasi hingga saat ini (24/03/2020) bahwa jumlah kasus positif COVID-19 telah mencapai 790 orang, dengan pasien meninggal sebanyak 58 orang, dan pasien sembuh sebanyak 31 orang. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari segala kejadian ini ya, Omicronians.

Pemerintah Indonesia yang diwakilkan oleh menteri keuangan Sri Mulyani melalui konfernsi pers video, pada Senin (23/03/2020) mengatakan telah mempersiapkan aggaran sebesar Rp 62,3 triliun yang dialokasikan khusus untuk menangani pandemik COVID-19 ini. Secara spesifik, Sri Mulyani juga mengatakan akan merelokasikan dana sebesar Rp 6,1 Triliun untuk tenaga medis yang menangani pasien corona, dana tersebut nantinya akan diberikan melalui santunan dan asuransi. Dalam kebijakan tersebut yang pasti ada selisih paham yang terjadi, tetapi sebaiknya sebagai warga negara yang baik kita semua harus mendukung seluruh usaha pemerintah dalam menangani pandemik COVID-19 ini ya, Omicronains.

Dan sepertinya Omicronians harus tahu beberapa fakta yang menarik ini nih, bahwa pandemik virus COVID-19 bukanlah satu–satunya wabah penyakit paling mematikan di dunia, lho. Berikut beberapa daftar penyakit paling mematikan yang pernah terjadi sepanjang sejarah dunia :

 

1. Smallpox atau Cacar

Sepertinya banyak orang yang belum mengetahui bahwa cacar merupakan salah satu dari penyakit paling dahsyat yang pernah diderita manusia, bahkan cacar menjadi salah satu faktor perubahan sejarah manusia di bumi dan berkontribusi dalam proses penurunan peradaban dunia. Mengerikan ya, Omicronians.

Cacar adalah sebuah penyakit menular yang disebabkan oleh sebuah virus yang dinamakan virus variola. Seperti cacar yang kita ketahui pada dewasa ini, cacar memiliki ciri yaitu munculnya bintik merah disekitar wajah dan tubuh. Sejarah mencatat bahwa 30% yang terinfeksi cacar meninggal dunia. Bahkan pasien yang sembuh kebanyakan mengalami kebutaan, bekas luka, dan bintik pada tubuh. Beberapa dari Omicronians pernah mengalami cacar, bukan? Yuk ceritakan pengalaman Omicronians di kolom komentar.

Cacar diduga berasal dari India atau Mesir pada lebih dari 3000 tahun lalu. bukti yang paling menguatkan bahwa cacar berasal dari kedua Negara tersebut adalah Firaun Ramses V Mesir yang meninggal pada tahun 1157 SM, ditemukan sisa – sisa bekas cacar pada mumi Firaun Ramses V. Penyakit ini menyebar mulai dari Asia, Afrika, Eropa dan mencapai Amerika pada tahun 1500 an.

Data yang dihimpun oleh Omicron Indonesia melalui National Geographic meng estimasikan bahwa pada abad ke 18 penyakit ini menjangkit lebih dari 60 juta warga Eropa, dan pada abad ke 20 lebih dari 300 Juta warga dunia meninggal akibat penyakit cacar ini.  Akhir dari wabah  ini adalah ketika pada tahun 1949, setelah wabah terakhir yang terjadi di Amerika pada yahun 1949, virus variola yang menyebabkan penyakit cacar ini resmi dinyatakan dapat diberantas pada tahun 1980 setelah vaksin dan obat penyakit cacar resmi ditemukan. Peristiwa tersebut dikenal sebagai kemenangan dunia kedokteran terbesar di era modern. Sungguh sangat hebat tim tenaga medis pada saat itu ya, Omicronians.

2. HIV/AIDS

Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, menyatakan bahwa virus HIV pertama kali ditemukan di Kinshahsa, Republik Demokratik Kongo pada tahun 1920, dilaporkan dengan adanya virus simian immunodeficiency viruses (SIV) yang ditularkan melalui simpanse ke manusia. Kematian yang terjadi oleh virus tersebut terjadi secara mendadak dan di anggap bukan sebagai ancaman yang serius pada masa itu,  Omicronians.

Hingga pada akhir tahun 1982 ditemukan sebuah penyakit yang dinamakan gay-related immune deficiency (GRID). Penyakit ini adalah penyakit penurunan imun tubuh terhadap dua pasangan homoseksual di Amerika Serikat. Kemudian pada bulan September 1982 Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menamakan penyakit tersebut sebagai Acquired Immune Deficiency (AIDS). Pada tahun 1983 ditemukan bahwa penyakit AIDS menular dari hubungan heteroseksual antara pria dan wanita, serta melalui ibu hamil yang mengidap AIDS kepada anak yang dikandungnya. Keadaaan semakin bertambah parah pada tahun 1984 yang menemukan fakta bahwa penyakit AIDS ini sangat menular melalui penggunaan jarum suntik, hal ini menjadi pukulan telak bagi dunia Kedokteran pada masa itu karena masih tingginya angka penggunaan jarum suntik bagi pasien. Berbagai cara dilakukan dunia untuk menekan angka penularan penyakit ini, namun jumlah penderita terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karenanya WHO meresmikan hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember 1988. Hari AIDS sedunia ini merupakan salah satu bentuk kampanye yang dilakukan WHO kepada warga dunia, agar waspada terhadap penyakit ini.

Data yang dihimpun oleh Omicron Indonesia, melalui laman internet WHO bahwa hingga saat ini 75 juta orang telah terinfeksi virus HIV, dengan rincian 37,9 juta orang masih hidup dengan HIV/AIDS hingga saat ini, dan 770.000 orang meninggal akibat HIV/AIDS. Oleh karenanya, sex education sangat penting dilakukan sejak dini untuk menekan angka penderita HIV/AIDS.

3. Polio dan Kelumpuhan Permanen

70 tahun lalu polio menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti di Amerika Serikat. Penyakit ini dianggap sebagai ancaman serius bagi keadaan Negara pada saat itu. Penyakit polio ini sebabkan oleh virus yang bernama virus polio. Virus ini masuk melalui  rongga mulut atau hidung, kemudian menyebar melalui aliran darah dalam tubuh. Penyebaran virus ini juga dapat melalui makanan dan minuman yang terpapar virus polio, melalui percikan air liur ketika penderita batuk dan bersin. Oleh karenanya apabila Omicronians sedang mengalami batuk dan bersin, sebaiknya di perhatikan etika batuk dan bersin yang benar, ya!.

Dikutip dari NPR.com bahwa pada tahun 1950-an menjadi masa kelam bagi Amerika Serikat dalam memerangi penyakit dan virus polio. Tercatat setiap musim panas tiba jumlah penderita penyakit polio ini selalu meningkat tajam dan tahun 1952 lebih dari 600.000 ribu anak terinfeksi virus polio, ribuan antaranya mengalami kelumpuhan serta 3.000 diantaranya mengalami kematian. Seluruh rumah sakit yang ada membentuk unit khusus untuk menangani pasien polio, agar dapat bertahan hidup.

Hingga pada tahun 1955, Amerika Serikat mulai menemukan vaksin untuk virus polio yang disebarluaskan ke seluruh penjuru Negeri, dan pada tahun 1979 virus polio dinyatakan resmi dapat dikendalikan di  seluruh bagian Negara Amerika Serikat. Dewasa ini, virus polio dapat dikendalikan hampir diseluruh Negara yang ada di bumi, akan tetapi virus ini masih menjadi masalah serius bagi 2 lokasi yaitu di Nigeria bagian utara dan perbatasan antara Afganistan dan Pakistan.

4. Pandemik flu 1918 (H1N1 virus)

Satu lagi wabah penyakit yang Omicronians wajib ketahui, yaitu  pandemik flu 1918 yang dikenal sebagai flu spanyol. Flu ini menjadi salah satu sejarah penyebaran pandemik yang paling mengerikan sepanjang sejarah dunia. Wabah pandemik ini disebabkan oleh virus H1N1 yang diduga berasal dari burung, walaupun hingga sekarang belum ada data yang menjelaskan dari mana sebenarnya virus ini berasal. Virus ini menyebar mulai dari tahun 1918 hingga tahun 1919 hampir ke seluruh Negara yang ada di belahan bumi. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) virus ini pertama kali terindentifikasi oleh Amerika Serikat pada tahun 1918 terhadap salah satu anggota militernya ketika musim semi tiba.

Pasien yang terinfeksi pandemik ini mayoritas berada pada usia 5 tahun kebawah, 20-40 tahun, dan 65 tahun ke atas. Diperkirakan pandemik flu spanyol ini telah menginfeksi lebih dari 500 juta orang di dunia atau sama dengan 3 kali jumlah penduduk pulau jawa. Indonesia sendiri menurut seorang sejarawan yang bernama Colin Brown menjelaskan bahwa setidaknya 1,5 juta penduduk Indonesia mengetahui pada masa tersebut dikenal sebagai Hindia Belanda terjangkit pandemik flu spanyol ini. Hal tersebut dikarenakan gejala yang ditimbulkan oleh flu spanyol ini mirip seperti influenza biasa, sehingga banyak dari ilmuwan yang mengembangkan vaksin virus flu spanyol merasa kebingungan karena struktur dan gen dari virus ini yang hampir sama dengan virus influenza biasa.

Itulah beberapa penyakit yang sempat membuat dunia terguncang. Apabila Omicronias mendapat pengetahuan baru, silahkan share artikel ini ke publik.. Kritik dan saran sangat berguna bagi kami, silahkan tulis di kolom komentar ya, Omicronians.

 

 

Baca Juga : Vaksin Corona Telah Ditemukan?

1 thought on “Selain COVID-19, ini Daftar 4 Wabah Penyakit di Dunia yang Paling Mematikan lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *