Pemerintah Indonesia Siapkan Obat Untuk Lawan COVID-19

Pemerintah Indonesia Siapkan Obat Untuk Lawan COVID-19

Bandung, Omicron Indonesia – Misteri kemunculan virus zoonotik baru di Provinsi Wuhan, Tiongkok, pada akhir tahun 2019 lalu adalah jenis virus corona yang baru ditemukan setelah MERS-CoV dan SARS-CoV.  Virus tersebut kemudian diberi nama 2019-nCoV (2019-novel Corona Virus) atau disebut juga Wuhan Corona Virus. Dengan mewabahnya virus ini ke 152 negara dunia dan 271.629 orang positif terinfeksi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan status COVID-19 ini menjadi pandemi. Dikutip dari Okezone.com, seorang pakar virus bernama Evi yang berasal dari Universitas Diponegoro, Semarang, mengatakan bahwa virus corona jenis ini dapat menyerang saluran pernapasan dan dapat menular hanya dengan bersin, batuk, atau bahkan berbicara dengan  orang yang positif terinfeksi virus ini.

Omicronians, hingga saat ini vaksin untuk melawan 2019-nCoV masih dalam tahap pengembangan oleh para ahli. Vaksin pertama untuk virus ini diklaim telah ditemukan oleh Negara Tiongkok, namun menurut Wakil Menteri Sains dan Teknologi Tiongkok, Xun Nanping, bahwa vaksin tersebut baru akan di uji secara klinis pada akhir april mendatang. Hal senada juga dilontarkan oleh Wakil Sekretaris Jendral Akademi Ilmu Pengetahuan China, Zhou Qi. “Perusahaan yang telah melanjutkan operasi (percobaan vaksin) harus memastikan ventilasi yang baik dan menjaga jarak aman diantara para pekerja” katanya, sebagaimana yang ditulis oleh Reuters.

Lalu, bagaimana jika vaksin belum ditemukan? Agar jumlah kasus akibat virus ini tidak semakin meningkat, dunia mengupayakan penanganan terhadap COVID-19 dengan pemberian obat. Kabar baik datang dari 2 negara adidaya, yaitu Amerika Serikat dan Tiongkok.

Chloroquine Sebagai Obat COVID-19

Diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donlad Trump, ia meminta  kepada seluruh stafnya untuk mencari semua obat antimalaria guna penanganan pasien COVID-19.  Hal tersebut didasari oleh laporan dari Cina dan Prancis yang menyatakan bahwa chloroquine dapat digunakan untuk perawatan pasien COVID-19. Melalui pernyataan singkat yang dikutip dari AFP pada Jumat (20/03/2020), bahwa Donald Trump berujar akan segera membuat obat itu tersedia dalam jumlah banyak dan massal.

Kesimpulan dari sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Bio Science Trend bahwa chlorouquine adalah sebuah obat untuk penyakit malaria yang terbukti dapat memblokir virus pada pasien di lebih dari 10 rumah sakit di Tiongkok. Chloroquine dapat meningkatkan citra paru, mempercepat  status terjangkitnya virus menjadi negatif, dan memperpendek pengidapan penyakit. Sehingga, chloroquine ini dapat dianjurkan untuk penanganan pasien COVID-19.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan belum cukup bukti bahwa  chloroquine ini dapat menyembuhkan COVID-19.  Perlu ada uji klinis lebih lanjut untuk membuktikan apakah obat tersebut efektif untuk penanganan kasus COVID-19.

Sejalan dengan WHO, Food and Drug Administration (FDA) juga menyatakan bahwa FDA belum merekomendasikan obat tersebut guna penanganan pasien COVID-19.  Namun, mereka telah memberikan izin untuk penggunaan obat tersebut untuk pasien COVID-19.

Favilavir Sebagai Obat COVID-19

Tidak ingin tertinggal, Tiongkok melalui The National Medical Product Administration, menyatakan bahwa favilavir adalah obat yang direkomendasikan dan terbutki efesien dalam membantu proses penyembuhan pasien COVID-19. Menurut laporan China Daily, obat ini telah diuji klinis terhadap 70 pasien, dan menunjukan tingkat efesiensi yang sangat tinggi terhadap pasien COVID-19 dalam melawan virus corona. Selain mempunyai tingkat efesien yang tinggi, diklaim bahwa efek samping yang ditimbulkan akibat pemakaian obat ini terhadap pasien COVID-19 tergolong minim.

Bagaimana bisa favilavir direkomendasikan sebagai obat COVID-19? Favilavir merupakan obat yang dikembangkan oleh Zhejiang Hisun Pharmaceutical Company Tiongkok. Pada awalnya obat ini berasal dari obat catarrhall yang berfungsi untuk meredakan radang hidung dan tenggorokan. Favilavir mulai diproduksi secara massal pada  16 Februari 2020 di Tiongkok.

Omicronians, dengan adanya laporan mengenai efesiensi dari 2 obat tersebut  untuk penyembuhan pasien COVID-19, tentunya menjadi angin segar dan harapan baru bagi seluruh negara di dunia yang warganya terinfeksi 2019-nCoV. Indonesia mejadi salah satu negara yang antusias dalam menerima kabar tersebut.

Dikabarkan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia , Ir. H. Jokowi Dodo melalui konferensi pers yang disiarkan oleh akun Youtube Sekretariat Presiden pada Jumat (20/03/2020) lalu, bahwa berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh sejumlah negara terhadap efektifitas obat  favilavir dan chloroquine dalam penyembuhan COVID-19, Indonesia  akan memesan 2 juta butir obat favilavir yang diketahui akan didatangkan langsung dari Jepang, dan akan mempersiapkan 3 juta butir obat chloroquine yang diketahui diproduksi langsung di Indonesia.

Obat – obat tersebut nantinya akan disebar ke berbagai rumah sakit, PUSKESMAS yang berada di kawasan terinfeksi, dan melalui dokter keliling yang akan memberikan obat-obat  tersebut dari rumah ke rumah. Hal ini tentu melegakan kekhawatiran rakyat Indonesia akan penyebaran 2019-nCoV yang terus meningkat dari waktu ke waktu di negara ini. Tercatat pada Sabtu (21/03/2020), terdapat 450 pasien positif COVID-19, 20 pasien sembuh, dan 38 pasien meninggal. Harapannya, dengan ketersediaan  obat-obat ini akan dapat menekan angka kematian akibat virus zoonotik ini  dan menaikan angka pasien COVID-19 untuk sembuh.

 

 

Baca Juga : Dampak Virus Corona Terhadap Perekonomian Indonesia

 

Kontributor : Tegar Tri Sawali dan Noer Ardiansyah Laksana

Editor : Tsania Nurhayati Karunia Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *